Showing posts with label Ekowisata. Show all posts
Showing posts with label Ekowisata. Show all posts

Friday, September 16, 2016

Wisata Alam di Kabupaten Jepara

Wisata alam
Gunung Genuk, di Clering

Gunung Genuk dikenal juga dengan nama Gunung Donorojo disebut juga dengan nama Gunung Clering adalah sebuah gunung yang terletak di ujung utara Pulau Jawa atau tepatnya di Semenanjung Gunung Muria, Jawa Tengah menunjukkan banyak fenomena yang tentunya perlu pengkajian secara komprehensif. Artinya permasalahan yang ada atau singkatnya dari kajian dari kacamata ilmu gunung api harus dibuktikan juga dengan ilmu-ilmu alam lainnya. Penemuan gunung api monogenik di bagian baratdaya yang dicirikan dengan kenampakan bentang alam landai di antara bentang alam dataran yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sawah, atau bukit soliter atau terisolir di luar kaldera kecil Gunung Genuk. Secara umum, singkapan aliran lava bantal ini serupa atau mirip dengan breksi autoklastika, warna bagian luar abu-abu kecoklatan dan bagian dalam berwarna abu-abu agak gelap hingga gelap, keadaan batuannya bertekstur afanitik hingga porfiritik halus hipokristalin, membentuk struktur bantal kurang sempurna, tersebar setempat, bagian luarnya memperlihatkan struktur breksi, aliran, terkekarkan dan beberapa memperlihatkan kekar pendinginan berbentuk radier, komposisi andesit hingga andesit basal. Lokasi ditemukannya lava bantal ini di dasar sungai atau di belakang tempat pertapaan Ratu Kalinyamat atau sering disebut sebagai lokasi pariwisata karena kepercayaan mandi di kucuran air di sungai tersebut akan awet muda.


Wisata Alam lainnya di Kabupaten Jepara
    Gunung Muria, di Keling
    Gunung Gede, di Karimunjawa
    Gunung Maming, di Karimunjawa
    Kepulauan Karimunjawa di Karimunjawa
    Pulau Panjang
    Pulau Mandalika, di Ujungwatu
    Pantai Kartini, di Bulu
    Pantai Tirto Samodra, di Bandengan
    Pantai Empu Rancak, di Karanggondang
    Pantai Blebak, di Sekuro
    Pantai Pecatu, di Banyumanis
    Pantai Ombak Mati, di Bondo
    Pantai Pailus, di Karanggondang
    Pantai Tegalsambi, di Tegalsambi
    Pantai Teluk Awur, di Telukawur
    Pantai Semat, di Semat
    Pantai Metawar, di Ujungwatu
    Pantai Pungkruk, di Mororejo
    Pantai Suweru, di Balong
    Pantai Bayuran, di Tubanan
    Pantai Beringin, di Bumiharjo
    Pantai Sekembu, di Mulyoharjo
    Pantai Mbah Sirah, di Semat
    Pantai Lemah Abang, di Balong
    Pantai Ketepeng, di Bandungharjo
    Pantai Ujung Piring, di Sekuro
    Pantai Tanjung Njelamun, di Balong
    Pantai Pelayaran, di Karangkebagusan
    Belik Bidadari dan Jaka Tarub, di Daren
    Shenden, di Mulyoharjo
    Kedung Plumpang, di Tanjung
    Kedung Gong, di Plajan
    Ngembes Putri Cina, di Banyumanis
    Bongpes, di Gerdu
    Waduk Punden, di Gemulung
    Waduk Klebut, di Jerukwangi
    Telaga Sejuta Akar, di Bondo
    Danau Blingoh, di Blingoh
    Goa Tritip, di Ujungwatu
    Goa Tratak, di Blingoh
    Goa Blorong, di Damarwulan
    Goa Manik, di Sumanding
    Goa Sakti, di Plajan
    Sumanding Pinus Indah, di Sumanding
    Wono Pinus Setro, di Batealit
    Sreni Indah, di Bategede
    Air Terjun Songgo Langit, di Bucu
    Air Terjun Jurang Manten, di Blingoh
    Air Terjun Jurang Nganten, di Tanjung
    Air Terjun Kalen Wates, di Tanjung
    Air Terjun Kemiren, di di Bategede
    Air Terjun Suroloyo, di Bungu
    Air Terjun Sumenep, di Batealit
    Air Terjun Undak Manuk, di Blingoh
    Air Terjun Nglumprit, di Dudakawu
    Air Terjun Grinjingan Dowo,di Dudakawu
    Air Terjun Nglamer, di Dudakawu
    Air Terjun Kedung Pancur Telu, di Damarwulan
    Air Terjun Kedung Ombo, di Papasan
    Air Terjun Nggembong, di Srikandang
    Air Terjun Gantungan, di Tanjung
    Air Terjun Nyamplungan, di Karimunjawa
    Air Terjun Pancuran, di Somosari
    Air Terjun Watu Bantal Susun, di Somosari
    Air Terjun Nongko Pace, di Somosari
    Air Terjun Banyu Anjlok, di Somosari
    Air Terjun Dung Paso, di Somosari
    Air Terjun Segorolebu, di Somosari
    Air Terjun Curug Kemiri, di Damarwulan
    Air Terjun Curug Kyai Buku, di Damarwulan
    Air Terjun Karang Nongko, di Banyumanis
    Air Terjun Grenjengan, di Banyumanis
    Air Terjun Statah, di Batealit
    Air Terjun Cabe, di Batealit
    Air Terjun Seberuk, di Batealit
    Air Terjun Jenggureng, di Sumanding
    Air Terjun Mloso Indah, di Sukodono
    Air Terjun Ngipik Indah, di Langon
    Air Terjun Grojokan Wergol, di Reguklampitan
Jepara Ourland Park
Kura-Kura Ocean Park
Tiara Park
Sentral Park
Benteng VOC
Benteng Portugis
Masjid Agung Jepara pada tahun 1660.
Gapura Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan simbol pluralisme Islam-Hindu yang masih dijaga keasliannya.
Gapura Masjid Robayan yang berarsitektur Hindu-Islam
Sisa benteng pelindung komplek inti Kraton Kalinyamat, satu-satunya sisa bangunan kraton yang masih dapat dilihat saat ini di Robayan.
Pusat kuliner di Pecangaan (gang sebelah utara PT Dasaplast)
Pusat kuliner di Jepara (sebelah barat SCJ)
Pasar Sejajar pusat oleh-oleh khas Jepara.
SCJ dekat alun-alun Jepara.

Wednesday, September 14, 2016

Agrowisata di Kabupaten Brebes

Agrowisata Kaligua
Agrowisata Kaligua adalah kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian selatan. Agrowisata Kaligua dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati hangatnya teh hitam Kaligua di lokasi atau membelinya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh
Wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Transportasi menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur Pantura via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut melalui jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Jalan antara Paguyangan-Kaligua berkelok-kelok dan naik-turun
Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1.200 - 2.050 meter dari permukaan laut. Kondisi udara sangat dingin, berkisar 8-22 °C pada musim penghujan dan mencapai 4-12 °C pada musim kemarau. Wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan ini terletak di lereng barat Gunung Slamet (3.432 m dpl), yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Keindahan salah satu puncak gunung Slamet, yaitu puncak Sakub, dapat dinikmati dari perkebunan teh Kaligua ini. Dari tempat ini, jika udara cerah, juga terlihat keindahan Gunung Ceremai, wilayah Tegal, serta Cilacap


Agrowisata Sepoor Teboe PG Jatibarang
Salah satu wahana yang ada di Agrowisata Taman Hijau Mbesaran adalah menikmati perjalanan Kereta wisata SPOOR TEBOE mengelilingi area Taman Hijau Mbesaran. Kereta wisata Loko dan Lori baru di launcing dan diresmikan pada tanggal 20 Desember 2009 oleh Administratur saat itu yakni Bpk Iwan Hernawan, Bsc, SE, MSi bertempat di lapangan Pabrik Gula Jatibarang yakni di area emplasemen sebelah Timur Pabrik tepatnya di Timbangan Tebu.
SPOOR TEBOE berasal dari kata “SPOOR” yang berarti kereta api loko (bahasa belanda) dan “TEBOE” yang berarti tebu salah satu bahan baku pembuatan gula (ejaan lama). Kenapa dinamakan SPOOR TEBOE karena Kereta wisata ini berasal dari Loko dan lori dimana loko dan lori ini digunakan sebagai alat transportasi mengangkut tebu dari kebun menuju ke Pabrik Gula. 
Route kereta wisata saat itu yaitu merjalanan dari emplasemen menuju kedalam Pabrik Gula tepatnya di stasiun Gilingan / Krapyak dan kembali lagi ke emplasemen. Pengunjung juga dapat melihat dalam pabrik serta berfoto bersama dan juga mengetahui beberapa alat-alat penginggalan yang masih digunakan dalam proses giling.
Dalam perjalannya karena pada saat giling tiba maka jalur emplasemen yang dilalui Kereta wisata tidak bisa digunakan karena jalur tersebut digunakan untuk jalur lori tebu maka manajemen memindahkan wisata SPOOR TEBOE ke area Taman Hijau Mbesaran sehingga pada saat giling kegiatan wisata masih bisa berlangsung. Selain mengelilingi Taman Hijau Mbesaran pengunjung juga dapat melihat-lihat Rumah Mbesaran, berfoto bersama serta juga dapat melihat/masuk kedalam pabrik baik dalam kondisi giling maupun tidak giling.
Loko yang digunakan bukan Loko Uap melainkan Loko Diesel, hal ini dilakukan karena Loko Uap membutuhkan bahan baku kayu dan harus dilakukan pemanasan terlebih dahulu sehingga memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tinggi. Tempat duduk pengunjung juga menggunakan lori-lori tebu yang didesain untuk kenyamanan pengunjung. Tidak lupa disediakan Stasiun Mbesaran dan tempat tunggu untuk para pengunjung yang akan menikmati perjalanan kereta wisata.
Ada juga tempat bermain anak ( Kid Fun ), Kolam renang anak, Waterboom, Taman Hijau yang bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, dan juga Homestay bagi yang ingin menikmati beberapa hari di mbesaran ini


Kebun Durian Antap Sari di desa Rajawetan, Tonjong
Tidak seperti lazimnya kebun durian di daerah lain, hasil durian Desa Rajawetan tidak dijual kepada pedagang atau tengkulak. Di tepi kebun sebelah barat jalan ada tiga bangunan. Salah satunya disusun berbentuk lesehan memanjang tersekat papan. Di tempat itulah para pembeli langsung menikmati durian yang diambil dari kebun.
"Kalau ingin metik sendiri dan dibawa pulang juga bisa, tapi baru bisa dimakan dua hari kemudian," kata pengelola Kebun Antap Sari, Moch Subhanudin SP.
Diceritakan, berkembangnya Desa Rajawetan sebagai sentra durian berawal sekitar tahun 1997 ketika pengusaha rumah makan asal Cilacap, H Herry Syaheri memperoleh tawaran pembelian tanah seluas 1,6 hektare di Desa Rajawetan. Hitung-hitung membangun sebuah tempat refreshing pribadi, dia pun mengubah lahan semak belukar menjadi sebuah kebun durian Jarak Desa Rajawetan dari pertigaan Pasar Linggapura, Jalan Tegal - Purwokerto, sekitar 15 kilometer. Jalan menuju desa itu kurang mulus dan menanjak. Namun, siapa menduga jika wilayah di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes itu menjadi jujukan orang dari berbagai daerah?
Tidak mengherankan, hal itu karena di desa tersebut terdapat kebun durian Antap Sari.

Agrowisata di Kabupaten Boyolali

Agrowisata
Agrowisata Sapi Perah Cepogo dan Selo
Kabupaten Boyolali terkenal dengan usaha pengembangan sapi perah dan penggemukan sapi. Jarak dari Kabupaten Boyolali adalah 13 km ke arah Barat. Jalan ke Cepogo menanjak karena topografinya merupakan pegunungan. Hal ini menyebabkan iklim yang dingin sehingga memungkinkan pemeliharaan sapi perah. Cepogo ditetapkan menjadi lokasi agrowisata sapi perah. Jika ingin lebih ke atas ke dekat puncak Merapi dan Merbabu, di kawasan kecamatan Selo terdapat Desa Wisata Samiran yang juga menjadi basis agrowisata sapi perah di Boyolali.

Jika Anda berkunjung ke Boyolali, sempatkanlah datang ke tempat pemerahan sapi yang terletak di Kecamatan Cepogo. Kondisi kendaraan harus prima karena medan yang menanjak dan jalan yang berkelok-kelok. Anda dapat melihat proses pemerasan susu sapi. Jika ingin mencoba dapat juga berpartisipasi memerah susu sapi dengan tuntunan peternak. Dan yang pasti, Anda dapat meminum susu yang masih segar hasil perasan peternak sapi, sekaligus hasil-hasil olahan susu, seperti keju, yogurt, kerupuk susu, stik susu, dan dodol susu. Keju dengan merek "Meneer" merupakan produksi pabrik keju PT Nedin yang berlokasi di Desa Samiran dan menggunakan susu asli Samiran. Yogurt dengan merek "Mer's Yogurt" juga produksi desa Samiran. Melalui produk-produk tersebut diharapkan dapat menaikkan kembali citra Boyolali sebagai Kota Susu.

Agrowisata Sayur Selo
Terletak di kawasan objek wisata Selo, 25 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali.

Para pengunjung dapat menikmati dan memetik sendiri aneka ragam sayuran, antara lain : wortel, kol, daun adas, dan lain-lain.

Agrowisata Padi
Jarak 10 km ke arah Timur Kabupaten Boyolali. Agro wisata padi merupakan wahana yang tepat untuk menumbuh-kembangkan kecintaan generasi muda pada padi. Dengan adanya agro wisata padi, generasi muda akan dapat berinteraksi langsung dengan objek wisata.

Kampung Lele
Kampung lele terletak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit. Kampung lele merupakan usaha kementrian perikanan Indonesia untuk memenuhi target 2015 sebagai penghasil perkanan terbesar. Pembudidayaan ikan lele di Kampung Lele dianggap berhasil memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan baik lokal maupun nasional. Bahkan keberhasilan pembudidayaan ikan lele di kampung lele tidak hanya dikenal di skala nasional, melainkan hingga kawasan Asia Tenggara.

Kolam pembesaran ikan lele dapat berupa kolam tanah, kolam semen dan kolam tanah dengan dinding dikelilingi oleh karung berisi tanah yang berfungsi agar dinding kolam tidak longsor. Kolam tanah dan kolam yang terbuat dari semen atau kolam permanen memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kolam tanah dapat membuat daya tahan tubuh kuat, tidak berlemak tetapi mudah mengalami kebocoran karena lele memiliki sifat menggali tanah. Kolam permanen lebih tahan lama untuk penggunaan dalam waktu jangka panjang, tidak mudah bocor dinding-dinding kolam, mudah dalam penanganan dan pembersihan tetapi kolam permanen ikan yang dihasilkan tidak tahan penyakit dan daging berlemak

Agrowisata Salak Sodong di Kabupaten Batang

Agrowisata Salak Sodong
Salak Sodong atau buah salak ini merupakan produk unggulan dari Kabupaten Batang dalam bidang pertanian dan perkebunan hortikultura. Hasil pertanian buah salak tersebut memiliki rasa yang begitu khas sama dengan salak pondoh yang ada di Kabupaten Seleman serta buah salak yang ada di Kabupaten banjarneagara. Salak Sodong sebenarnya adalah salak yang berasal dari Kabupaten Sleman. Tanpa harus meninggalkan ciri khas daerah asalnya, Salak Sodong benar – benar memiliki rasa dan bentuk besar seperti salak lokal dengan memiliki ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Rasa dari buah Salak Sodong tersebut lumayan manis, oleh sebab itu buah salak ini dijadikan sebagai komoditi andalan wilayah sekitar. 
Terletak di Desa Sodong Kecamatan Wonotunggal dengan jarak ± 17 km dari ibu kota Kabupaten Batang dengan ketinggian 600 - 800 m dari permukaan laut. Desa Sodong memiliki potensi yang dalam pembangunan yaitu Curug dan Agrowisata Salak Sodong, selain itu juga dikenal sebagai penghasil kapulogo, panili, dan cengkeh. Salak Sodong pada tahun 1999 pernah menjadi juara lomba buah Tingkat Jawa Tengah. Selain bisa menikmati Salak langsung dari pohonnya, Anda juga bisa menimba ilmu dari para petani Salak yang ada di area wisata ini. Mulai dari cara menanam, merawat, hingga memanen Salak. Tak hanya bisa menikmati perkebunan Salak, Anda juga akan disajikan pemandangan berbeda dengan adanya perkebunan lain yang meliputi perkebunan Kapulogo, Vanilli, dan Cengkeh. Bahkan, di area argowisata ini Anda juga bisa menikmati pemandangan alam lain berupa air terjun alami yang bernama Curug Genting, yang lokasi tak jauh dari Argowisata Salak Sodong.


Wisata di Kabupaten Batang
Agrowisata Salak Sodong | Curug Genting | Curug Gombong | Pantai Sigandu | Upacara Nyadran |  Pantai Ujungnegoro | Pantai Pelabuhan